Home » Uncategorized » Nih Tips Fotografi | Foto Yang Cantik Memakai Kamera Dslr

Nih Tips Fotografi | Foto Yang Cantik Memakai Kamera Dslr

Senin, Maret 28th 2016. | Uncategorized

Tips bagi pemula untuk mendapat foto yang elok dari kamera DSLR – Bagaimana cara memakai kamera dslr semoga menghasilkan foto yang tajam dan berkualitas ? Digital Single Lens Reflex atau yang sering kita kenal dengan kamera DLSR yakni jenis kamera yang sangat tidak diragukan lagi akan kelebihannya dalam memperoleh jepretan foto yang bagus dari kemera slr tersebut, dan sangat cocok untuk dipakai dalam dunia photografi oleh para pro-fotografer maupun bagi mereka yang sedang belajar photography.

Mechanical mirror system dan pentaprisma sudah menjadi salah satu fitur yang melengkapi kamera fotografer modern ini, yang berfungsi untuk memudahkan kerja kamera pada ketika membaca cahaya yang masuk ke optical viewfinder. Hasil foto kameranya pun sangat berkualitas dan tajam dan kamera fotografer jenis DSLR ini sudah digital. Semua hasil jepretan gambar kamera, biasanya sanggup disimpan pada suatu memory card yang tersimpan di dalam kamera slr.

Menghasilkan foto yang tajam memakai teknik pengambilan gambar yakni impian banyak pecinta seni foto, dan bermacam-macam fitur kamera serta aksesoris tambahan sudah dibentuk guna membantu kita mendapat foto yang elok dan tajam ini. Mulai dari tripod, stabiliser (lensa ataupun kamera) hingga dengan software editor foto yang dilengkapi tool guna mempertajam hasil simpulan foto.

Tips Fotografi | Foto Yang Bagus Menggunakan Kamera DSLR

Tips bagi pemula untuk mendapat foto yang elok dari kamera DSLR Nih Tips Fotografi | Foto Yang Bagus Menggunakan Kamera DSLR

Berikut ini merupakan cara memotret menggunakan kamera DSLR untuk pemula supaya menghasilkan gambar kamera yang elok :

1. Cara memegang kamera
Cara memegang kamera sangat kuat pada stabilitas kamera (baca: ketajaman foto)

2. Kuasai Komposisi
Komposisi disini bukan saja hanya sebatas objek yang terlihat bagus, melainkan bagaimana fotografer sanggup mengukur angle yang pas.
 
3. Fotografer Harus Memperhatikan Timming Pengambilan Gambar
Waktu pengambilan suatu gambar memang sanggup dilakukan dimana saja, tapi waktu pengambilan gambar lain cerita. Pengambilan waktu di siang hari tentunya akan menghasilkan hasil yang berbeda jikalau dilakukan di malam hari. Karena perbedaan timming pengambilan suatu gambar, maka akan berbeda pula dalam penggunaan pelengkap pendukungnya.

4. Gunakan Tripod.
Kalau ketika memotret kamera kita bergoyang dan bergerak, niscaya susah menghasilkan foto tajam. Kaprikornus beli dan pakailah tripod. Pastikan anda membeli tripod yang stabil dan kokoh.

5. Pengaturan White Balance
Pengaturan white balance penting dilakukan untuk mengetahui seberapa tinggi level warna putih yang akan kita sanggup di sekitar objek yang akan kita capture. Pengaturan ini biasanya sanggup dilakukan dengan memakai objek berwarna putih, contohnya kain atau kertas warna putih. Objek tersebut kita foto, dengan memakai mode manual focus kemudian kita atur pengaturan white balance dengan skala kelvin, maka hasilnya sanggup menjadi contoh untuk meng-edit white balance supaya gambar yang dihasilkan tajam sesuai dengan suhu ruangan.
 
6. Gunakan Autofocus
Jika para fotografer profesional memakai fokus manual untuk memotret objek jenis lanskap dan portrait, anda sanggup memakai mode autofokus. Mode AutoFocus akan sangat berfungsi untuk memotret benda bergerak sehingga kamera akan mengambil momen terbaik ketika memotret dan hasilnya lebih bagus.

Pada umumnya kamera DSLR ketika ini mempunyai tiga pilihan mode untuk autofocus, yaitu :

  • Gunakan mode Continuous servo focus untuk memotret objek yang bergerak
  • Gunakan Dynamic focus mode ini akan menunjukkan lebih banyak titik fokus pada kamera anda mode ini sangat bervariasi pada setiap kamera DSLR namun pada umumnya dipakai pola 9-point group pattern untuk pemotretan objek yang mempunyai gerak satu arah contohnya objek kendaraan beroda empat melaju. Namun berbeda halnya bila objek yang bergerak sembarang atau tidak sanggup di prediksi anda sanggup menentukan pola kelompok yang lebih besar.
  • Mengatur frame rate (jumlah bingkai gambar atau frame) yang ditunjukkan setiap detik dalam menciptakan gambar bergerak diwujudkan dalam satuan fps (frames per second). semakin tinggi satuan angka fpsnya semakin halus gambar bergeraknya frame rate pada kamera DSLR berbeda-beda ada yang 5fps, 3.9fps atau 6.3fps untuk mendapat hasil yang memuaskan anda sanggup berexperimen dengan ukuran frame rate ini.

7. Exposure atau Pencahayaan
Exposure yakni inti dari seni fotografi, sebab tanpa cahaya maka tidak akan ada fotografi. oleh  sebab memperhatikan intensitas cahaya, arah cahaya dan cara menambah atau menguranginya harus diperhatikan oleh para fotografer.
 
8. Diafragma
Diafragma atau pengaturan bukaan lensa, biasanya berbanding terbalik dalam perhitungannya. Semakin kecil nilai diafragma (f) yang dipilih maka akan semakin lebar bukaan lensa terbuka, dan apabila lensa terlalu lebar terbuka maka akan menghasilkan depth of field (DOF).

9. Shutter Speed
Pengaturan kecepatan bukaan jendela kamera. Perhitungannya pun sama dengan diafragma, semakin kecil level shutter speed yang dipilih, semakin cepat waktu rentang ini dipilih maka semakin sedikit pula cahaya yang sanggup masuk ke image sensor.

Jika anda mempercepat shutter speed, maka foto anda akan semakin tajam. Ingat hukum baku semoga foto tajam ketika anda memotret handheld : ” gunakan shutter speed yang lebih cepat dibanding panjang fokal lensa anda”. Seperti ini penjelasannya :

  • Jika panjang lensa anda 50mm, potretlah dengan shutter speed 1/60 detik atau lebih cepat
  • Jika panjang lensa anda 100mm, gunakan shutter speed 1/125 detik atau lebih cepat
  • Jika panjang lensa anda 200mm, gunakan shutter speed 1/250 detik atau lebih cepat

10. ISO
Menambah ISO akan mempercepat shutter speed serta memungkinkan anda menentukan aperture yang lebih besar. Jika anda memotret di dalam ruangan, perbesar-lah ISO, tapi jangan berlebihan (misal: pilih ISO 600 untuk memotret didalam rumah). menentukan ISO yang terlalu tinggi (diatas 800), sanggup mengakibatkan noise (bintik hitam kecil) dalam foto mulai terlihat.

11. Hindari Noise
Noise atau distorsi gambar, yakni imbas dari penentuan level ISO yang terlalu besar, sehingga cahaya yang masuk ke sensor kamera terlalu banyak, akhirnya gambar menjadi tidak terlalu detail dan tidak lezat dipandang. Noise yakni imbas samping dari penggunaan sensor elektronik yang tidak tepat dalam mengumpulkan cahaya.

12. Bersihkan dan rawat lensa
Kalau anda mempunyai lensa yang mulai berumur tua, cobalah sesekali bawa ke daerah servis untuk dikalibrasi dengan body kamera anda. Kebersihan lensa terutama kepingan optiknya juga membantu kecepatan autofokus. Selalu rawat barang berharga ini.

baca juga artikel menarik lainnya :
Cara Mengatasi Baterai Android Dicas Malah Berkurang
Cara Mengatasi Layar Sentuh Hp Android Bergaris – garis
 
Demikian artikel kami kali ini yang membahas seputar cara memotret memakai kamera DSLR bagi pemula semoga mendapat hasil foto yang bagus. Semoga artikel kami kali ini sanggup menjadi sebuah tips berguru photography dan jangan lupakan dalam teknik pengambilan gambar, sebab sanggup mempengaruhi tajam atau tuidaknya suatu gambar kamera. Terima kasih

tags: ,