Home » Uncategorized » Nih Problem Pada Kamera Digital Yang Sering Terjadi | Berguru Fotografi

Nih Problem Pada Kamera Digital Yang Sering Terjadi | Berguru Fotografi

Selasa, Maret 29th 2016. | Uncategorized

Tips Fotografi – Bagaimana cara merawat kamera digital semoga terhindar dari aneka macam persoalan yang sanggup mempengaruhi kamera DSLR dalam menghasilkan foto yang bagus ? Menjaga kamera canon semoga gambar kamera tetap tajam dan cantik dari masalah yang sering terjadi pada kamera digital itu susah-susah gampang. Terlebih lagi apalagi jikalau yang anda miliki yakni jenis kamera DSLR yang berukuran lebih besar dibandingkan jenis kamera lainnya. Terdapat banyak komponen yang harus dijaga dan juga dirawat contohnya menyerupai mekanik dalam, tombol, sensor, cermin, layar dan tidak lupa juga lensa.

Ketika kita membahas mengenai lensa tampaknya masih banyak para pemula yang sedang berguru fotografi belum memahami mengenai cara semoga kamera DSLR terhindar dari kerusakan. Karena komponen lensa merupakan komponen yang cukup mengkhawatirkan apabila terjadi kerusakan atau gangguan lainnya. Memberikan perawatan dan proteksi khusus terhadap lensa-lensa yang dimilikinya supaya sanggup terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan terkadang harus dilakukan oleh seorang fotografer semoga kamera DSLR tetap kekal dan tahan usang .

Hal yang perlu kita pahami yakni seberapa mahalnya kamera anda, benda tersebut tetaplah merupakan benda elektronik yang bisa saja mengalami kerusakan ataupun gangguan serta mengalami persoalan tertentu. Terlebih lagi DSLR merupakan kamera yang memiliki banyak komponen. Berikut ini kami akan beritahukan mengenai beberapa masalah pada kamera DSLR yang sering terjadi sehingga sanggup menjadikan kerusakan.

Masalah Pada Kamera Digital Yang Sering Terjadi | Belajar Fotografi

 semoga terhindar dari aneka macam persoalan yang sanggup mempengaruhi kamera DSLR dalam menghasilk Nih Masalah Pada Kamera Digital Yang Sering Terjadi | Belajar Fotografi

1. Kotornya sensor pada kamera DSLR

  • Kekotoran yang terjadi pada pecahan sensor agaknya merupakan salah satu persoalan yang lazim terjadi pada kamera DSLR. Sebenarnya kekotoran sensor bukan alasannya yakni ada sampah atau benda lain, namun biasanya alasannya yakni ada bubuk yang menempel. Mungkin ada yang bertanya, sensor berada pada pecahan dalam antara lensa dan body, bagaimana mungkin bubuk bisa masuk? beberapa cara bubuk bisa masuk pada sensor, diantaranya bubuk melekat ketika Anda memutar lensa untuk perbesaran dan focusing. Saat lensa berputar itulah, bubuk yang melekat pada lensa bisa saja tersedot jatuh ke sensor kamera. Jika tidak parah bubuk tidak akan mengganggu kinerja kamera serta efeknya tidak akan terlihat pada hasil foto Anda. Namun jikalau bubuk pada sensor sudah cukup ekstrim, maka nantinya akan menghasilkan gangguan pada foto Anda. Tentunnya hal ini sangat merugikan alasannya yakni Anda mungkin harus ke service center untuk membersihkannya, atau akan lebih baik jikalau bisa membersihkan sendiri.

2. Lensa berjamur

  • Inilah salah satu persoalan yang kerap menjadi momok seorang fotografer. Sebenarnya tidak akan mengganggu atau mematikan kamera. Namun jamur pada lensa cukup mengganggu bila sudah banyak. Hasil foto akan terlihat menyerupai ada belang hitam, tergantung seberapa banyaknya jamur. Untuk jamur yang masih tipis seklias memang tidak akan terlihat, alasannya yakni biasanya hanya terlihat jikalau objek foto putih. Selain itu munculnya jamur tentu akan mengganggu penampilan lensa, menjadi terkesan kurang terawat. Jamur bisa muncul akhir penyimpanan lensa yang sembarangan. Lensa yang ditempatkan pada area lembab bisa memunculkan jamur sehingga diperlukan lemari penyimpan khusus menyerupai dry box atau dengan pemberian silica gel. Selalu tempatkan lensa pada kotak dengan kelembaban rendah alias kering.

3. Pecahnya optik depan

  • Optik lensa depan memang sangat rawan rusak menyerupai terjadi pecah goresan. Banyak fotografer yang mungkin kurang hati-hati sehingga lensa terbentur benda keras. Untuk lensa yang sudah pecah tentu sudah tidak bisa diperbaiki, solusinya yakni ganti optik atau mungkin ganti lensa. Pastikan proteksi untuk lensa diperhatikan. Penggunaan Lens Hood sangat penting untuk melindungi optik depan, atau bisa juga memakai filter UV yang memang fungsinya lebih ke proteksi beling ketimbang melindungi sensor.

4. Kerusakan Shutter Block

  • Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa kemudahan Shutter Block pada kamera DSLR ternyata memiliki batasan umur. Karena batasan inilah mengapa kerusakan Shutter menjadi salah satu persoalan pada kamera DSLR yang sering terjadi. Untuk DSLR kelas pemula biasanya hanya bisa bekerja maksimal hingga 50ribu kali, sedangkan kelas menengah keatas bekerja maksimal 100ribu atau lebih. Banyak kasus dimana orang kaget ketika kameranya mengalami macet pada Shutter padahal kerusakan itu lazim terjadi. Untuk memperbaikinya, Anda harus mengganti Shutter Block satu paket yang harganya bisa mencapai 500ribu hingga 1 juta, tergantung jenis kamera.

5. Sirkuit elektronik basah

  • Meskipun sudah berhati-hati, yang namanya celaka ya tetap celaka. Kejadian jatuhnya kamera DSLR kedalam air sudah sering terjadi. Dalam persoalan ini, kemungkinan besar sirkuit elektronik pada kamera didalamnya sudah basah, demikian pula dengan komponen sensor serta lensa mungkin sudah terkena air. Sangat beruntung bila dalam kasus menyerupai ini kamera Anda dalam keadaan mati alasannya yakni kerusakan bisa diatasi. Segera keluarkan baterai dan kartu memori, kemudian keringkan kamera yang akan lebih baik dengan hairdryer. Jika memang sudah tidak tertolong mungkin Anda harus segera pergi ke service center.

6. Tidak berfungsinya mesin AF

  • Salah satu persoalan yang benar-benar menciptakan pusing fotografer yakni tidak berfungsinya mesin AutoFocus lensa. Ya, lensa mahal tetapi dijalankan dengan cara manual tentu menjadi sangat percuma. Biaya mahal harus siap dikeluarkan untuk memperbaiki mesin AF yang tidak berfungsi. Ada banyak penyebab mengapa mesin AF lensa bisa mati atau berfungsi tetapi tidak maksimal. Beberapa misalnya mungkin alasannya yakni terkena air (tercebur), lensa kena goncangan hebat, terbentur, kabel flexible lensa dalam putus alasannya yakni terjepit/terlipat, atau mungkin alasannya yakni usia. Untuk persoalan ini memang cukup rumit, namun setidaknya Anda memakai lensa lebih hati-hati. Jangan hingga terjatuh ke air, hindari goncangan hebat, dan juga jarang sering bermain zoom-in zoom-out.

7. Kerusakan tuas dan dial

  • Jika tidak hati-hati fitur tuas dan dial pada DSLR Anda bisa saja rusak atau macet. Memang hal tersebut sangat ringan, namun alangkah lebih baik jikalau Anda menjaganya. Beberapa tuas dan dial yang rawan yakni pada pengaturan Shutter Speed, Aperture, pengaturan Stabilizer serta pengaturan A/M pada lensa. Selain itu, hati-hati bila DSLR Anda layar LCD-nya bisa dilipat dan diputar. [ALX]

8. Diafragma macet

  • Diafragma merupakan komponen blade yang sanggup membuka serta menutup, dan juga dipakai untuk memilih angka Aperture. Blade diafragma ternyata sanggup rusak, alias macet, tidak sanggup membuka dan menutup. Tentu lensa dengan blade yang tidak bisa dipakai menjadi sulit untuk menghasilkan exposure yang diinginkan. Namun jangan khawatir, kebanyakan lensa yang rusak diafragmanya yakni lensa Manual yang masih memakai ring untuk membuka dan menutupnya. Hampir kebanyakan lensa modern sudah jarang mendapat persoalan semacam ini. Cegah kerusakan ini dengan selalu menutup diafragma pada ukuran paling kecil.

:
Cara Mengatasi Smartphone Dicas / Dicharge Malah Berkurang
Tips Bagi Pemula Untuk Mendapatkan Foto Yang Bagus Dari Kamera DSLR

Demikian artikel mengenai kerusakan yang sering dijumpai pada kamera digital, sebetulnya masih banyak beberapa persoalan lensa yang sering kita temui yang sanggup menjadikan kerusakan namun beberapa kerusakan diatas yakni yang paling sering terjadi. Sekian dan semoga bermanfaat, terima kasih ..

tags: ,