Home » Tutorial » Nih Perbedaan Hardbrick Dan Softbrick Pada Xiaomi Redmi Dan Cara Mengatasinya

Nih Perbedaan Hardbrick Dan Softbrick Pada Xiaomi Redmi Dan Cara Mengatasinya

Kamis, Desember 28th 2017. | Tutorial, xiaomi
– bagaimana cara mengatasi hardbrick dan softbrick pada ponsel Xiaomi. Sebagai orang awam di dunia flashing Xiaomi dan apabila kita kurang beruntung saat mencoba melakukannya, kadang perangkat kita mengalami duduk masalah tidak sanggup masuk sajian homescreen. Perangkat kita hanya stuck di layar hitam saat hendak dihidupkan.


Ada beberapa sebutan untuk duduk masalah tersebut. Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai bootloop pada artikel Cara Mengatasi Xiaomi Bootloop, maka kita akan membahas dua duduk masalah lain yang tidak kalah (atau bahkan lebih) mengkhawatirkan dan lebih susah untuk ditangani. Dua duduk masalah tersebut yakni Hardbrick dan Softbrick.

Apa Itu Hardbrick?

Hardbrick merupakan kondisi dimana smartphone Android kita mati total. Terdapat beberapa tanda yang sanggup menunjukkan bahwa smartphone kita mengalami hadrbrick, yaitu tidak sanggup masuk ke recovery mode atau download mode.
Hardbrick disebabkan oleh beberapa hal yang akan dijelaskan dalam uraian sebagai berikut :

  1. Gagal Flashing, biasanya hal ini terjadi saat kita mencoba flashing namun baterai kita kurang dari 50%, listrik mati secara tiba-tiba sehingga proses flashing pada smartphone kita gagal.
  2. Salah ROM, hal ini biasa terjadi saat kita mencoba melaksanakan flashing dengan namun firmware / stockrom yang dipakai tidak sesuai dengan smartphone yang kita miliki. Misalnya kita punya Xiaomi Redmi Note 4 Snapdragon, tapi memakai ROM untuk Mediatek.
  3. Gagal Root atau Custom ROM, sesungguhnya saat kita melaksanakan rooting atau flashing dengan custom ROM, kita membutuhkan keberuntungan semoga tidak terjadi apa-apa terhadap smartphone kita. Melakukan kedua cara tersebut mengakibatkan hangusnya garansi kita dan risiko lain yang akan ditimbulkan yakni area bootloader rusah sehingga smartphone menjadi brick.
  4. Gagal Upgrade OTA (Over The Air), saat kita ingin melaksanakan upgrade OTA, pastikan baterai pada smartphone kita minimal terisi 70% dan kondisi jaringan yang stabil lantaran kalau tidak, maka yang terjadi yakni area efs (imei pada emmc) atau boot mengalami kerusakan.
  5. Rusaknya IC eMMC, keempat faktor yang telah dijelaskan sebelumnya juga sanggup mengakibatkan IC emmc rusak. Bisa lantaran dimakan waktu, sanggup lantaran kesalahan saat kita mencoba mengoprek smartphone. Kenapa rusaknya IC emmc sanggup mengakibatkan brick? Karena seluruh sistem yang tertanam pada ic emmc.

Apa Itu Softbrick?

Softbrick yakni kondisi dimana smartphone kita mengalami stuck loading pada penggalan tertentu. Biasanya, stuck ini terjadi di logo. Pada smartphone Xiaomi, stuck terjadi saat kita mencoba menyalakan smartphone, namun hanya terdapat layar hitam dan logo MI di tengah.
Hal ini sanggup terjadi lantaran ada salah satu penggalan pada sistem yang terganti atau terhapus sehingga mengakibatkan gagal masuknya ke homescreen. Berbeda dengan hardbrick, saat smartphone kita mengalami softbrick, smartphone kita masih sanggup mengakses recovery mode dan download mode dan perangkat kita masih terdeteksi oleh komputer.

Bagaimana cara mengatasi Hardbrick dan Softbrick?

Tentu untuk mengatasi kedua duduk masalah yang berbeda tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda pula. Namun dalam artikel kali ini tidak dijelaskan secara rinci mengenai kedua cara mengatasi dua duduk masalah tersebut. Untuk cara mengatasi hardbrick dan softbrick, anda sanggup melihat pada artikel yang telah kami tulis dibawah ini :
Langkah-langkah yang harus anda lakukan yakni yang pertama kenali duduk masalah yang terjadi pada smartphone anda, jangan hingga anda menduga smartphone anda mengalami hardbrick dan mengatasinya dengan cara hardbrick, padahal smartphone anda mengalami softbrick, begitu pula sebaliknya.
Langkah kedua yakni mengikuti tutorial yang telah disediakan pada artikel di link yang telah disebutkan diatas. Jangan hingga ada yang terlewat. Dan perlu diingat, kami belum pernah mengalami hardbrick maupun softbrick, tapi untuk bootloop kami pernah mengalaminya.
Tutorial yang telah dijelaskan diatas merupakan hasil analisis dari banyak sekali sumber yang telah diolah dan disederhanakan semoga lebih gampang dipahami dan diikuti.
Peringatan yang paling penting yakni lakukan dengan risiko ditanggung sendiri. Jika merasa tidak yakin dengan apa yang anda lakukan, lebih baik klaim garansi. Namun kalau anda merasa yakin, maka lakukanlah, namun harus diingat dari awal bahwa risiko harus ditanggung sendiri.
Sekian bahasan mengenai perbedaan hardbrick dan softbrick pada xiaomi. Kedua duduk masalah ini sering muncul pada ponsel Xiaomi saat dilakukan flashing / update ROM menyerupai Xiaomi Redmi Note 4, Redmi 4X, Redmi 5 Plus, Redmi 6, Mi Max 2 dll.
tags: , ,