Home » Uncategorized » Nih Kenali Perbedaan Antara File Firmware Dan Rom Pada Smartphone Android

Nih Kenali Perbedaan Antara File Firmware Dan Rom Pada Smartphone Android

Senin, November 27th 2017. | Uncategorized
Perbedaan antara file Firmware dan ROM Android Nih Kenali perbedaan antara file Firmware dan ROM pada smartphone Android

Jika kalian yaitu seoarang yang telah usang memakai smartphone Android dan mungkin sedikit paham terkait wacana sistem operasi (OS) Android, mungkin kalian sudah familiar dengan istilah Firmware dan ROM, tetapi pada kenyataannya, tahukah kalian perbedaan fundamental kenapa Firmware dan ROM itu tidak sanggup di sebut sama? padahal fungsi dari kedua file tersebut ialah sama-sama untuk menulis ulang system operasi di smartphone Android kalian?.

Maka dari itu disini kami akan memperjelas kenapa Firmware dan ROM pada smartphone Android itu jadi berbeda, padahal mempunyai fungsi yang hampir sama, dan kami mohon maaf kalau pembahasan yang kami sebutkan di bawah ini mungkin akan sedikit keliru dari pengertian Firmware dan ROM yang telah kalian pahami, untuk itu kita sama-sama saja belajar, ok!.

Kenali perbedaan antara file Firmware dan ROM pada smartphone Android

Perbedaan antara file Firmware dan ROM Android Nih Kenali perbedaan antara file Firmware dan ROM pada smartphone Android


# Firmware

Untuk kalian ketahui Firmware itu yaitu sebuah data yang sangat sudah di buat dengan sangat complex dan sudah di packing dalam format tertentu sesuai dengan fungsinya, dalam artian di dalam file Firmware tersebut punya beberapa file penting untuk smartphone Android kalian, mulai dari System itu sendiri, kemudian kernel, userdata dan lain sebagainya.
Umumnya file Firmware ini sanggup meliputi beberapa extensi file yang berbeda menyerupai file Image dengan extension .img, .sin, .bin.tgz dan lainnya, untuk melaksanakan sanksi firmware tersebut ke smartphone Android, harus memenuhi banyak syarat, dan syarat yang paling utama yaitu firmware tersebut sanggup dengan baik di sanksi ke System smartphone Android kalian dengan perintah-perintah khusus dan hingga ketika ini untuk menangani perintah khusus tersebut hanya sanggup di lakukan oleh sebuah Tools khusus yang hanya sanggup berkerja di PC (Windows/MacOS/Linux).
Lalu, perlu kalian ketahui juga bahwa yang namanya Firmware ini berpengaruh kaitannya dengan apa yang di sebut dengan Bootloader pada device Android kalian, di satu sisi para pembuat smartphone Android ada yang menginjinkan melaksanakan pemasangan Firmware tersebut meskipun smartphonennya dalam kondisi Locked Bootloader (Terkunci) menyerupai misalnya Samsung dan Sony Xperia, kemudian ada juga yang tidak memperbolehkan pemasangan Firmware tersebut dan harus melaksanakan Unlock Bootloader terlebih dahulu, menyerupai device Xiaomi.
Sehingga dalam kesimpulannya yaitu melaksanakan pemasangan Firmware itu sama menyerupai yang kerap kita sebut dengan melaksanakan “Flash”, jadi jangan salah menyebutkan definisi Flashing di smartphone Android lagi ya!.

# ROM

Hampir sama dengan Firmware, tetapi mempunyai komposisi yang lebih sedikit dari Firmware, menciptakan ROM pada device Android sering di salah kaprahkan, alasannya yaitu memang benar ROM itu memang sejenis Firmware, tetapi hanya sebagian kecilnya saja, bagaimana maksudnya?
Ya, benar ROM itu hanya sebagian kecil dari Firmware, alasannya yaitu dalam ROM itu sendiri umumnya hanya terdapat beberapa komponen dari Firmware saja, seperti System, Kernel, Recovery, dan User data saja, ke-4 hal tersebut sangat umum yaitu dalam sebuah ROM di Android, maka dari itu biasanya ROM Android itu mempunyai ukuran yang lebih kecil dari Firmware, dengan alasan komponen di dalam file ROM tersebut lebih sedikit.
Selanjutnya, untuk format ROM itu sendiri hanya ada satu ekstensi yaitu yaitu .zip, alasannya yaitu smartphone Android itu hanya sanggup melaksanakan sanksi terhadap file dengan format .zip saja, untuk format .rar dan .tgz tidak bisa, hal ini tidak lepas dari fungsi dasar fitur Recovery itu sendiri yang hanya sanggup melaksanakan pemasangan (push) ke system kalau file “Packed” nya yaitu .zip.
Untuk pemasangan ROM itu sendiri terbilang cukup mudah, dan hingga ketika ini kebanyakan smartphone sudah sanggup pribadi melaksanakan pemasangan ROM tersebut hanya dengan mengandalkan fitur “Updater” atau “System Update” yang telah di buatkan oleh vendor smartphone tersebut, dan umumnya pemasangan ROM itu sendiri juga sanggup di lakukan dengan tools Stock Recovery Android atau Custom Recovery menyerupai TWRP, CMW atau Philz Touch.
Sehingga, jangan salah menyebutkan, kalau kalian memasangkan ROM di smartphone Android kalian, itu namanya buka “Flash” tetapi “Update”, alasannya yaitu Flashing itu lebih cocok di sebut kalau kalian melaksanakan pemasangan Firmware dari Tools khusus dari PC, dan kalau kalian memasangkan ROM hasil buatan pihak ke-3 (ROM tidak resmi) itu di sebut dengan Custom ROM, paham?.
Nah, dengan demikian harusnya klarifikasi terhadap Firmware dan ROM diatas sudah cukup terang untuk kalian pahami, dan kalau kalian pengguna device Android baru, maka pelajaran ini sanggup sangat bermanfaat untuk kalian kedepannya, tetapi kalau kalian pengguna device Android yang sudah Expert mungkin wawasan menyerupai yang telah di sebutkan di atas sanggup mengingatkan kalian kembali terkait ilmu yang sudah kalian pahami.
Akhir kata, kalau artikel ini mengandung sedikit pemahaman yang salah mohon untuk di koreksi, alasannya yaitu inti dari semuannya yaitu sama-sama belajar, agar artikel ini bermanfaat untuk kalian.
tags: , ,